JAKARTA — Keraguan akan keseriusan wartawan sepak bola senior vokal, Erwiyantoro (mBah Coco), dalam mengelola ajang pembinaan usia muda akhirnya terjawab. Musisi legendaris tanah air, Iwan Fals, sampai harus turun tangan membuktikan sendiri kiprah sahabat lamanya itu dengan menyambangi langsung gelaran Liga Jakarta U17 di Lapangan PSF Pancoran, Jakarta, Sabtu (24/10).
Kedatangan pelantun lagu balada tersebut berawal dari rasa penasaran yang membuncah. Saat bertamu ke kediaman Iwan Fals di Leuwinanggung pada Senin (19/10) lalu, mBah Coco mengaku tengah mengurusi wadah kompetisi bagi sekitar 1.000 pesepak bola remaja melalui Liga Soeratin U15 dan Liga Jakarta U17. Lantaran tak percaya begitu saja dengan pengakuan sang alumni Sekolah Tinggi Publisistik itu, Iwan Fals memboyong sang istri untuk menyaksikan langsung laga di lapangan.
"Gue nggak yakin apa bener Toro ngurus 1.000 anak remaja di wadah kompetisi. Siang ini gue mampir, ternyata Toro serius ngurus anak-anak usia remaja," ungkap Iwan Fals yang tak mampu menyembunyikan rasa kagum sekaligus herannya melihat kerapian tata kelola kompetisi serta fasilitas lapangan yang mumpuni.
Namun, momen sidak Iwan Fals sempat diwarnai insiden panas. Tepat saat sang penyanyi baru menduduki tribun di Lapangan Sintetis 1 PSF Pancoran untuk menyaksikan bentrokan antara Satria Sanggeni vs Diklat ISA, perkelahian antarpemain justru pecah pada menit ke-26. Kericuhan yang melibatkan Virsyal Vargas (Satria Sanggeni) dan Desta Adhytia (Diklat ISA) tersebut berujung ganjaran kartu merah langsung dari wasit.
"Gue apes dong, baru duduk langsung ada tawuran," seloroh pelantun tembang Mereka Ada Di Jalan tersebut. Insiden ini sendiri menjadi perkelahian pemain pertama yang terjadi sejak musim 2025 Liga Jakarta U17 bergulir.
Meski diwarnai aksi ketegangan, Iwan Fals yang juga pernah menggeluti karate dan sepak bola di masa mudanya menekankan pentingnya pembinaan mental serta disiplin bagi para pemain muda. Menurutnya, menggembleng 1.000 remaja bukan sekadar mengasah skill dan stamina, melainkan membentuk mentalitas kesatria demi masa depan sepak bola Indonesia.
Liga Jakarta U17 dan Liga Soeratin U15 sendiri merupakan wadah kompetisi yang digagas Erwiyantoro bersama timnya, yang diikuti masing-masing 16 klub dari kawasan Jakarta dan sekitarnya setiap Sabtu serta Minggu mulai pukul 10.00 WIB.***
Apakah Anda ingin narasi ulang ini disesuaikan lagi dengan format tertentu atau dibentuk menjadi draf ringkas untuk postingan media sosial?
FOTOl PRAS PRASETYO